Showing posts with label Penelitian. Show all posts
Showing posts with label Penelitian. Show all posts

Proposal Skripsi

A.      Latar Belakang

Jika  kita  mendengar  nama  “aktivis  mahasiswa”  maka  akan terbayang  dalam  pikiran  kita  sekelompok  pemuda-pemudi  dengan  jas almamater  dan  setumpuk  pekerjaan  organisasi  yang  harus  mereka  selesaikan disamping  tugas-tugas  kuliah  mereka  yang  juga  menumpuk.  Aktivitas keorganisasian mereka yang padat tentunya banyak menyita waktu dan tenaga, namun  nilai  positif  pengalaman  berorganisasi  yang  mereka  dapatkan  juga sebanding  dengan  pengorbanan  mereka.  Para  aktivis mahasiswa dikenal juga sebagai sosok mahasiswa yang memiliki keberanian dan kepercayaan diri yang tinggi, dimana mereka ditempa untuk  senantiasa yakin bahwa mereka mampu melakukan suatu perubahan besar (agent of change).

Keyakinan  diri  para  aktivis  ini  juga  dibuktikan  dengan  banyak sekali  nama-nama  mantan  aktivis  mahasiswa  yang  kemudian  sukses  dan menjadi tokoh nasional, seperti Boediman Soejatmiko, Akbar Tanjung, Yusuf Kalla, Andi Malarangeng, Muhaimin Iskandar, Fahri Hamzah, dan masih banyak lagi. Mereka  semua adalah  mantan  aktivis  sekaligus  mantan  pimpinan organisasi- organisasi  kemahasiswaan  baik  ekstra  maupun  intra kampus,  yang  semasa kuliah  mereka  menghabiskan  waktunya  dalam  berbagai  kegiatan  organisasi mahasiswa  disamping 
aktivitas  akademis  mereka  yang  juga    tidak  kalah banyaknya.  Kemudian  jika  kita  kilas  balik  pergerakan  bangsa  Indonesia tentunya  kita  pasti  ingat  bahwa  awal  mula  kebangkitan  nasional  itu  diawali dengan  berkumpulnya  sekelompok  mahasiswa  yang  dengan  percaya  diri membentuk  sebuah  organisasi  terstruktur   yang  bernama  Budi  Utomo,  yang membuat mereka lebih berani dan percaya diri bergerak dan berkarya.
Dari  fenomena-fenomena  diatas  dapat  dilihat  bagaimana  sebuah pengalaman berpartisipasi aktif dalam organisasi kemahasiswaan  memberikan pengaruh besar bagi peningkatan self efficacy (kepercayaan diri seseorang untuk mampu  melakukan  sesuatu).  Sebagaimana  diungkapkan  Bandura  tahun1997, dalam  Alwisol  (2004),  efikasi  diri  dapat  diubah  sehingga  bisa  ditingkatkan melalui  salah  satu  kombinasi  empat  sumber,  yakni  pengalaman  menguasai sesuatu prestasi (performance accomplishment) , pengalaman vikarius (vicarius experience), persuasi  social (social  persuation) ,  dan  pembangkitan  emosi (emotional/phyisiological state).

Hubungan  antara  tingkat  partisipasi  aktif  dalam  organisasi kemahasiswaan  dan  peningkatan  kepercayaan  diri  juga  dikuatkan    oleh penelitian  Rahman  (1996),  yang  menyatakan  bahwa  prestasi  belajar  dan kepercayaan diri mahasiswa yang aktif dalam organisasi ekstra kampus sangat baik.  Kemudian  dalam  penelitian  yang  dilakukan  oleh  Asmiana  (2003), diperoleh hasil bahwa mahasiswa  yang aktif dalam  organisasi memiliki motif berprestasi lebih baik dibanding yang tidak aktif dalam organisasi intra maupun ekstra kampus dan pengalaman  organisasi  terutama  pengalaman  keberhasilan  menyelesaikan suatu  permasalahan  yang  sulit,  dapat  meningkatkan  kepercayaan  diri,  motif  berprestasi,  dan  keluwesan  para  anggotanya  dalam  menghadapi  berbagai masalah.

Berpikir edialis dan selalu berusaha untuk membangun diri serta organisasi merupakan sebuah bentuk pembelajaran yang akan sangat bermanfaat oleh pelaku akat aktivis mahasisiwa itu. Tingkat keberhasilan yang diperoleh mahasiswa selama mengikuti proses belajar mengajar atau kuliah sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya dan dilakukan selama periode tertentu yang dapat diukur dengan menggunakan tes. Prestasi Belajar Mahasiswa ditunjukkan dalam Indeks Prestasi Kumulatif (IPK). Berdasarkan pra survey yang dilakukan terhadap beberapa mahasiswa yang aktif di organisasi Ekstra maupun Intra kampus, mereka sangat berbeda dengan mahasiswa yang tidak mengikuti organisasi ekstar maupun intra, mahasisiwa yang aktif lebih mendominasi di bidang pergaulan, tata cara bahasa dan tinglah laku yang memang mereka mendapkanya di pengkaderan organisasi mereka.

Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah al-quraniyah Manna Bengkulu Selatan memiliki  banyak  sekali organisasi kemahasiwaan baik itu ekstra maupun intra kampus dengan berbagai macam  jenisnya Akan  tetapi, sampai  saat  ini  masih  jarang  sekali  ada  penelitian  yang  membahas  tentang hubungan  organisasi  kemahasiswaan  dengan  peningkatan self  efficacy mahasiswa, terutama di lingkungan STIT-Q Manna Bengkulu Selatan.

Dengan adanya Kenyataan ini penulis tertarik untuk mengadakan penelitian khusus akan hal ini. Oleh karena itu, dalam penelitian ini akan  peneliti  fokuskan  pada Masalah ini yang nantinya akan dituangkan kedalam sebuah Skripsi yang berjudul “HUBUNGAN  ANTARA  TINGKAT PARTISIPASI DALAM AKTIVITAS ORGANISASI  KEMAHASISWAAN  DENGAN SELF  EFFICACY MAHASISWA SEMESTER IV-VI DI SEKOLAH TINGGI ILMU TARBIYAH AL-QURANIYAH MANNA BENGKULU SELATAN”

B.       Rumusan Massalah

Pengalaman  merupakan  sarana  terbaik  dalam  proses pengembangan  mental  dan  kepercayaan  diri  seorang  individu,  sehingga banyak  pengalaman  akan  berdampak  positif  bagi  peningkat self efficacy sesorang. Kemudian,  organisasi  kemahasiswaan  memberikan  sarana bagi mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman dan pembelajaran mengenai banyak  tugas-tugas  baru.  Oleh  karena  itu,  seharusnya  pengalaman  seorang mahasiswa  dalam  aktivitasnya  di  organisasi  kemahasiswaan  memberikan kontribusi  positif  bagi  pengembangan self  efficacy mahasiswa  yang bersangkutan.

Dari gambaran latar belakang di atas, penelitian ini perlu menjawab beberapa pertanyaan sebagai pertanyaan penelitian. Adapun pertanyaan penelitian yang yang dimaksud dapat di rincikan pada rumusan masalah berikut:

1.      Bagaimana  tingkat  partisipasi  mahasiswa  dalam  organisasi kemahasiswaan di UPI?
2.      Bagaimana self efficacy pada mahasiswa di UPI?
3.      Apakah  terdapat  hubungan  yang  signifikan  antara  tingkat  partisipasi mahasiswa  dalam  aktivitas  organisasi  kemahasiswaan  dengan self efficacy mahasiswa di STIT al-Quraniyah Manna Bengkulu Selatan ?

C.      Tujuan Penelitian

Penelitian ini dilakukan untuk memenuhi Beberapa tujuan, tujuan yang ingin di capai dari penelitian yang akan dicantumkan dalam sebuah skrifsi ini adalah:
  1. Mengetahui  bagaimana  tingkat  partisipasi  mahasiswa  dalam  aktivitas. organisasi kemahasiswaan di STIT al-Quraniyah Manna Bengkulu Selatan?
  2. Mengetahui bagaimana tingkat self efficacy pada mahasiswa di STIT al-Quraniyah Manna Bengkulu Selatan?
  3. Mengetahui  bagaimana  hubungan  antara  partisipasi  mahasiswa  dalam aktivitas  organisasi kemahasiswaan dengan self efficacy pada  mahasiswa di STIT al-Quraniyah Manna Bengkulu Selatan?

D.      Hepotesis Penelitian
Salah satu dari ciri penelitian berjenis penelitian kuantitatif adalah kebenaran hepotesis, yang merupakan dugaan hasil sementara sebelum penelitian dilakukan. Dugaan hasil berupa positif maupun negatif. Karena jawaban yang diberikan baru didasarkan pada yang relevan, belum didasarkan pada fakta-fakta yang diperoleh melalui pengamatan data. Pada sebelumnya hepotesis hanya dugaan atau perkirraan yang belum di uji kebenaranya, hanya untuk membantu pendekatan permasalahan.

E.       Kegunaan Penelitian
Untuk membuat sutu penelitian yang fokus pada pokok permasalahan maka disini perlu dirumuskan apa yang kegunaan atau manfaat penelitian ini, adapun kegunaan dari penelitian ini adalah :
1.      Mamfaat Teoritis : Memberi masukan dan memperkaya konsep keilmuan psikologi terutama mengenai teori self efficacy.
2.      Mamfaat Praktis   :
a.       Menjadi dasar bagi pihak kampus STIT-Q untuk semakin memfasilitasi organisasi kemahasiswaan di STIT-Q.
b.      Meningkatkan  antusiasme  mahasiswa untuk  aktif  dalam  berbagai kegiatan organisasi kemahasiswaan di STIT-Q.

F.       Kajian pustaka
1.      Pengertian Organisasi Kemahasiswaan.
Sekelompok mahasiswa yang terdiri dari 2 orang atau lebih yang membentuk sebuah persatuan dengan manajemen yang mereka tentukan sendiri.
2.      Pengertian self efficacy.
self efficacy  Bahasa Ingris yang apabilah di artikan dalam bahasa Indonesia berarti Kemanjuran diri. Akan tetapi kemanjuran disini di dipinisikan sebagai bentuk kepercayaan diri seseorang. Dalam penelitian ini kepercayaan diri yang dimaksud adalah kepercayaan diri dalam ruang lingkup bergaul, memecahkan dan menghadapi sebuah masalah.

G.      Metode Penelitian
1.      Rancangan Penelitian
Penelitian yang dilakukan dalam penyusunan skripsi ini adalah mengunakan metode pengumpulan data langsung dari lapangan dan studi kepustakaan. Dalam hal ini leteratur yang dijadikan sebagai sumber primer penelitian meliputi, populasi dan buku-buku kajian pendidikan baik yang mengacu pada leteratur pendidikan islam maupun pendidikan umum dan buku kajian-kajian umum lainya.
2.      Populasi dan sampel
a.      Populasi
Populasi adalah suatu kumpulan menyeluruh dari suatu objek yang merupakan perhatian peneliti. Objek dapat berupa mahluk hidup, benda-benda sytem, prosedur dan lain-lain. Secara sederhana, populasi dapat diartikan sebagai berikut:
a.       Keseluruhan subjek penelitian.
b.      Populasi adalah kumpulan dari individu dengan kualitas dan ciri-ciri yang ditetapkan.
c.       Sejumlah subjek yang lengkap dan jelas
Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa populasi adalah keseluruhan objek penelitian yang terdiri dari manusia, hewan, tumbuhan, gejala, nilai tes, atau pristiwa sebagai sumber daya yang mewakili karakteristik tertentu dalam suatu penelitian (Subana, 2000:24)
Jadi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasisiwa semester IV-VI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah al-Quraniyah Manna Bengkulu Selatan yang Aktif sebagai Aktivis kampus atau yang tergabung didalam organisasi intra maupun ekstra kampus.
b.      Sampel.
Sampel adalah bagian kecil dari populasi. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah dengan cara Fild Research yaitu pengumpulan data dari lapangan yang diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara langsung, dukumentasi dan pengisian angket. Untuk menentukan sampel ada beberapa teknik diantaranya adalah Statified random sampling, yaitu dengan mengambil sampel secara acak dengan persentase antara  7% sampai 10%. Dari populasi penelitian.
Untuk sampel penelitian ini peneliti akan mengambil seluruh populasi dengan kemungkinan yang tidak dapat hadir pada sa’at dilakukan berkisar 25%. Dengan demikian sampel pada penelitian ini adalah seluruh mahasisiwa STIT-Q yang tergabung dalam Organisasi intra dan ekstra kampus .
3.      Intrumen Penelitian.
a.       Alat pengumpulan data
Dalam penelitian ini penulis memiliki beberapa alat atau media untuk mengumpulkan data diantaranya:
1.      Observasi lapangan.
2.      Dukumentasi
3.      Angket
b.      Skoring,Koding (Untuk Butir Pengumpulan data)
Penentu sekor didalam alat pengumpulan data seperti observasi,angket dan dukumentasi dilakukan langsung di lapangan yaitu mahasiswa STIT-Q Semester IV-VI.
c.       Jenis data
Jenis data dalam penelitian ini dibagi menjadi dua yaitu data kualitatif dan data kuantitatif. Dalam penelitian ini penulis mengambil data dari cara memperolehnya yaitu data primer dan data skunder.

1.      Data primer

Data primer adalah data yang diperoleh langsung dari sumber asinya (tidak melalui media perantara). Data ini dapat berupa opini subjek secara individual atau kelompok, hasil observasi terhadap suatu benda (fisik), kejadian atau kegiatan, dan hasil pengujian. Metode yang digunakan untuk mendapkan data primer yaitu : (1) metode Surve dan (2) metode observasi.

2.      Data sekunder

Data sekunder adalah data yang didapat peneliti secara tidak langsung dari objek melaikan melalui media perantara (diperoleh dari pihak lain perantara). Data sekunder pada umumnya berupa bukti, catatan atau laporan historis yang telah tersusun dalam arsip (data dukumenter) yang di Publikasikan atau yang tidak dipublikasikan. Sebelum proses pencarian data sekunder dilakukan, kita perlu melakukan indentifikasi kebutuhan terlebih dahulu, indentifikasi dapat dilakukan dengan cara membuat pertayaan-pertanyaan sebagai berikut:
1.      Apakah data sekunder di perlukan dalam penelitian ini atau tidak?
2.      Data sekunder apa yang kita perlukan?
Identifikasi data sekunder yang kita perlukan akan membantu mempercepat dalam pencarian dan penghematan waktu serta biaya.
d.      Validitas dan Realibilitas (alat pengumpulan data)
Validitas akan menunjukan kebenaran pengumpulan data atau data yang dikumpulkan benar-benar ingin diperoleh peneliti. Validitas pengumpulan data study kepustakaan meliputi dua hal yaitu kepercayaan dan kepahaman.

4.      Teknik Pengumpulan data
Untuk mengumpulkan data yang digunakan peneliti dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
a.       Observasi
Observasi adalah teknik yang dilakukan dengan pengamatan data terjun langsung ke lapangan tempat penelitian.
b.      Dukumentasi.
c.       Angket
Angket atau  kuesioner adalah intrumen pengumpulan data yang digunakan dalam teknik komunikasi tidak langsung dengan sumber data. Artiya responden secara tidak langsung menjawab daptar pertanyaan tertulis melalui media tertentu (Subana, 2000:30)

5.      Teknik analisa data
Analisa data merupakan suatu bentuk proses penyusunan data agar dapat ditafsirkan, menyusun data berarti menggolongkankedalam pola, tema atau katagori, semua data diklasipikasikan menurut topic-topik yang dibahas.
H.      Rencana daftar isi
Halaman Judul
Nota pembimbing
Halaman pengesahan
Motto
Halaman persembahan
Kata pengantar
Abstraks
Daftar isi
Data lampiran
Bab I Pendahuluan
A.    Latar belakang
B.     Rumusan masalah
C.     Batasan masalah
D.    Tujuan penelitian
E.     Hepotesis penelitian
F.      Kegunaan penelitian
Bab II Kajian Pustaka
A.    Pengertian Aktifasi dalam Organisasi Kemahasiswaan
B.     Faktor-faktor
C.     Faktor Eksternal dan Internal
D.    Kepercayaan diri Mahasisiwa
E.     Upaya dan tujuan untuk meningkatkan Self Efficacy Mahasisiwa.
Bab III Metode Penelitian
A.    Rancangan Penelitian
B.     Populasi dan sampel
C.     Intrumen Penelitian
a.       Alat pengumpulan data
b.      Scoring/koding
c.       Jenis-jenis data
d.      Validitas dan reabilitas
D.    Teknik pengumpulan data
E.     Taknik analisa data
Bab IV Penelitian dan Persembahan
A.    Diskripsi Wilayah penelitian
B.     Hasil Penelitian
C.     Pembahasan
Bab V Kesimpulan dan saran
A.    Kesimpulan
B.     Saran
Daftar pustaka
Lampiran
Riwayat Hidup Penulis

I.         Intrumen yang akan digunakan

Dalam penelitian ini yang menjadi intrumen penelitian bukanlah alat ukur yang disusun atas dasar difinisi. Melainkan manusia penelitinya itu sendiri. Kapasitas jiwa raga dalam mengamati, bertanya, serta melacak dan mengabstaksikan masalah yang diajukan dalam penelitian ini, maka peneliti merupakan intrumen satu-satunya dalam penelitian ini.

DAFTAR PUSTAKA

Singarimbun, Masri. Metode Penelitian Survei, Jakarta : LP3ES, 1991.
Mulyana, Dedy. Metodolog Penelitian Kualitatif, Jakarta: Remaja Rosda karya, 2002.
Ritzer, George. Sosiologi Ilmu Pengetahuan Berparadigma Ganda, Jakarta:Rajawali         Pers, 2009.

Partanto, A pius, dan Al-Barry M dahlan. Kamus Ilmiah Populer, Surabaya: Arkola, 2001.


Sumber : Agus L

Qualitative Research Proposal (Thesis)



The study intended to reveal symptoms of holistic-contextual data collection from the natural background by using self-study as a key instrument. Qualitative research is descriptive and tend to use inductive analysis approach. Process and meaning (subject perspective) is more highlighted in qualitative research.

The characteristics of qualitative research coloring the nature and form of its report.Therefore, a qualitative research report is prepared in narrative form that is creative and insightful and shows characteristic naturalistic full of authenticity.
Qualitative Research Proposal Format
1. Context Research or Background

This section contains a description of the background research, to what purpose this peelitian done, and what / who is directing the study. (See also make a preliminary thesis)

2. The focus of research or Problem Formulation

The focus of the study contains detailed statements about the scope or the main topics that will be revealed / explored in this study. When used the term formulation of the problem, the focus of research includes the questions will be answered in the research and reasons for filing questions. These questions are asked to find out what the picture will be revealed in the field. The questions posed must be supported by reasons why it is displayed.

These reasons should be stated clearly, in accordance with the holistic nature of qualitative research, inductive, and naturalistic, which means very close to the phenomenon being studied. These questions submitted after a preliminary study in the field.
3. Research Objectives

The purpose of this research is the outcome targets to be achieved in this study, according to the focus that has been formulated.


4. Platform Theory

The foundation of the theory used as a guide for the focus of research in accordance with the reality on the ground. Besides theoretical basis is also beneficial to provide an overview of the background research and a discussion of research results. There are fundamental differences between the role of basic theory in quantitative research with qualitative research. In quantitative research, the study departs from theory to data, and ends on the acceptance or rejection of the theory used, while in qualitative research the researcher is based on the data, utilizing the existing theories as explanatory material, and ends with a "theory".


5. Usability Research

In this section demonstrated usefulness or importance of research, especially for the development of science or the implementation of development in a broad sense. In other words, the description section usefulness in the feasibility study contains reasons for the problem under study. From the description in this section is expected to be concluded that research on selected problems are feasible.


6. Research Methods

This chapter contains a description of the methods and measures concerning operational research approach to the study, the presence of investigators, research sites, data sources, data collection procedures, data analysis, checking the validity of the data, and the stages of research.

a. Approach and Type Research
In part II, researchers need to explain that the approach used is a qualitative approach, and include brief reasons why this approach is used. It also raised theoretical orientation, that is the foundation of thinking to understand the meaning of a symptom, such as phenomenology, symbolic interaction, culture, etnometodologis, or art criticism (hermeneutics). Researchers also need to express what type of research used ethnographic, case studies, grounded theory, interactive, ecological, participatory action research, or research class.

b. Attendance Researchers
In this section it should be mentioned that the researcher acting as an instrument as well as data collectors. Instruments other than humans can also be used, but its function is limited as supporting researcher duties as an instrument. Therefore, the presence of researchers in the field for qualitative research is absolutely necessary. The presence of these investigators should be described explicitly in laopran research. Important to clarify whether the role of the researcher as a full participant, participant observer, or a full observer. In addition, it should be mentioned whether the presence of the researcher in mind its status as a researcher by the subject or informant.

c. Research Sites
Description of study sites filled with identification characteristics of the location and reason for selecting the location and how the researcher to enter the site. The location should be clearly described, for example geographical location, physical structure (if necessary included a map of the location), organizational structure, programs, and everyday situations. Site selection should be based on considerations of attractiveness, uniqueness, and compatibility with the chosen topic. With the selection of this location, the researchers expected to find things that are meaningful and new. The researcher is not quite right if megutarakan reasons as close to home researcher, researchers have worked on it, or the researcher has to know key people.

d. Source Data
In this section reported the type of data, data sources, data da crawl technique with adequate information.The description includes what data is collected, how their characteristics, who are used as research subjects and informants, how the characteristics of subjects and informants, and with the way data is enmeshed, so that credibility can be guaranteed. For example Dragnet data from informants selected by the snowball technique (snowball sampling).
The term sampling in qualitative research should be used with great caution. In qualitative research the purpose of sampling is to obtain as much information as possible, not to do rampatan (generalization).Sampling was charged in the situation, subjects, informants, and time.

e. Data Collection Procedures
In this section described the data collection techniques used, such as participant observation, depth interviews, and documentation. There are two dimensions of data records: fidelitas da structure. Fidelitas connotes the extent to which evidence from the field are presented (audio or video recordings have fidelitas high, whereas the field notes have fidelitas less). Dimensional structure to explain the extent to which interviews and observations conducted in a systematic and structured. Matters concerning the type of recording, data recording summary format, and recording procedures described in this section. Also noted are ways to ensure the validity of the data by triangulation and the time required in data collection.

f. Data Analysis
In the data analysis process described systematically tracking and setting interview transcripts, field notes and other materials for researchers to present findings. This analysis involves the processing, organizing, solving and synthesis of data and the search for patterns, disclosure is important, and determining what was reported. In qualitative research, data analysis performed during and after data collection, with techniques such as domain analysis, taxonomic analysis, komponensial analysis, and analysis of themes.In this case, researchers can use nonparametric statistics, logic, ethics, or aesthetics. In the description of this data analysis operations in order to be given examples, such as matrix and logic. (See analysis)

g. Checking Validity of Findings
This section contains a description of the efforts of researchers to obtain the validity of its findings.Findings and interpretations in order to obtain valid, it is necessary to study its credibility by using the techniques of the presence of researchers in the field extension, which deepened observation, triangulation (using multiple sources, methods, research, theory), the discussion of peers, negative case analysis, compliance tracking results , and member checks. Further checks can be done at least transferred to another setting (transferrability), dependence on the context (dependability), and can at least be confirmed to the source (confirmability).

h. Research stages
This section menguraikann process of conducting research ranging from preliminary studies, design development, research in fact, until the writing of the report.

7. References

Library materials are included in the reference list should have been mentioned in the text. This means that library materials are only used as reading material but not referred to in the text are not included in the reference list. Conversely, all library materials mentioned in the thesis, thesis, and dissertation must be included in the reference list.Procedure for writing the reference list.
Elements that are written in sequence include:

1. author's name written in this order: last name, first name, middle name, without academic degrees,
2. year of publication
3. title, including subtitle
4. city where the publishing, and

5. name of the publisher.

Cara Menguji Validitas

Uji Validitas atau Tehnik Uji Validitas

Mungkin anda saat ini sedang menyusun Skripsi atau karya ilmiah lainnya dan butuh reveresi untuk menguji validitas. erikut ini adalah tata cara uji Validitas
Uji validitas dilakukan untuk mengetahui tingkat kevalidan dari instrumen (kuesioner) yang digunakan dalam pengumpulan data yang diperoleh dengan cara mengkorelasi setiap skor variable jawaban responden dengan total skor masing-masing variabel, kemudian hasil korelasi dibandingkan dengan nilai kritis pada taraf siginifikan 0,05 dan 0,01. Tinggi rendahnya validitas instrumen akan menunjukkan sejauh mana data yang terkumpul tidak menyimpang dari gambaran tentang variabel yang dimaksud.
Adapun perhitungan korelasi product moment, dengan rumus seperti yang dikemukakan oleh Arikunto (1998):
Dimana:
r           = Koefisien korelasi
n          = Banyaknya sampel
x          = Skor masing-masing item
y          = Skor total variabel
Ilustrasi:
Kita kembali ke data yang diambil dari responden yang pernah menginap di penginapan bungalow “X”. Skor menggunakan skala likert untuk beberapa atribut yang diukur pada bungalow “X” antara lain pelayanan, kenyamanan, kelengkapan, akses, dan tarif. Berikut adalah skor yang diberikan oleh 30 pengunjung. Dengan skala yang menyatakan 1=sangat buruk, 2=buruk, 3=baik, 4=sangat baik. Analisis dijalankan dengan perangkat lunak SPSS 17.00 for windows.
mohon maaf jika kebetulan ada nama yang sama, karena ilustrasi ini hanya fiktif belaka,,hehehe kayak sinetron ya..tapi beneran.

Tahapan pengujian:
1. Tahap pertama setelah data masuk di jendelas SPSS adalah dengan pilih di menubarAnalyze-correlate-bivariate, lalu klik seperti berikut:
2. Setelah itu pada kotak dialog pindahkan semua atribut ke kolom variables yang ditunjuk tanda panah dengan mengklik tanda panah dalam lingkaran seperti berikut, lalu klik OK:
Jangan lupa untuk men-checklist pearsontwo-tailed, dan flag significant correlation:
Output:

Dari output yang dihasilkan korelasi antar variabel dengan nilai total masing-masing signifikan pada nilai kritik 0,05.

Semoga bermanfaat. terima kasih.









Proposal Penelitian Kuantitatif (Skripsi)





Suatu penelitian yang pada dasarnya menggunakan pendekatan deduktif-induktif. Pendekatan ini berangkat dari suatu kerangka teori, gagasan para ahli, ataupun pemahaman peneliti berdasarkan pengalamannya, kemudian dikembangkan menjadi permasalahan-permasalahan beserta pemecahan-pemecahannya yang diajukan untuk memperoleh pembenaran (verifikasi) dalam bentuk dukungan data empiris di lapangan.
Format Proposal Penelitian Kuantitatif
1. Latar Belakang Masalah
Di dalam bagian ini dikemukakan adanya kesenjangan antara harapan dan kenyataan, baik kesenjangan teoretik ataupun kesenjangan praktis yang melatarbelakangi masalah yang diteliti. Di dalam latar belakang masalah ini dipaparkan secara ringkas teori, hasil-hasil penelitian, kesimpulan seminar dan diskusi ilmiah ataupun pengalaman/pengamatan pribadi yang terkait erat dengan pokok masalah yang diteliti. Dengan demikian, masalah yang dipilih untuk diteliti mendapat landasan berpijak yang lebih kokoh. (lihat pendahuluan )
2. Rumusan Masalah
Perumusan masalah merupakan upaya untuk menyatakan secara tersurat pertanyaan-pertanyaan yang hendak dicarikan jawabannya. Perumusan masalah merupakan pernyataan yang lengkap dan rinci mengenai ruang lingkup masalah yang akan diteliti berdasarkan identifikasi dan pembatasan masalah. Rumusan masalah hendaknya disusun secara singkat, padat, jelas, dan dituangkan dalam bentuk kalimat tanya. Rumusan masalah yang baik akan menampakkan variabel-variabel yang diteliti, jenis atau sifat hubungan antara variabel-variabel tersebut, dan subjek penelitian. Selain itu, rumusan masalah hendaknya dapat diuji secara empiris, dalam arti memungkinkan dikumpulkannya data untuk menjawab pertanyaan yang diajukan. Contoh: Apakah terdapat hubungan antara tingkat kecerdasan siswa SMP dengan prestasi belajar mereka dalam matapelajaran Matematika?. (Tips membuat rumusan masalah )
3. Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian mengungkapkan sasaran yang ingin dicapai dalam penelitian. Isi dan rumusan tujuan penelitian mengacu pada isi dan rumusan masalah penelitian. Perbedaannya terletak pada cara merumuskannya. Masalah penelitian dirumuskan dengan menggunakan kalimat tanya, sedangkan rumusan tujuan penelitian dituangkan dalam bentuk kalimat pernyataan. Contoh: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui besarnya hubungan antara tingkat kecerdasan siswa SMP dengan prestasi belajar mereka dalam matapelajaran Matematika.
4. Hipotesis Penelitian (jika ada)
Tidak semua penelitian kuantitatif memerlukan hipotesis penelitian. Penelitian kluantitatif yang bersifat eksploratoris dan deskriptif tidak membutuhkan hipotesis. Oleh karena itu subbab hipotesis penelitian tidak harus ada dalam skripsi, tesis, atau disertasi hasil penelitian kuantitatif. Secara prosedural hipotesis penelitian diajukan setelah peneliti melakukan kajian pustaka, karena hipotesis penelitian adalah rangkuman dari kesimpulan-kesimpulan teoretis yang diperoleh dari kajian pustaka. Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap masalah penelitian yang secara teoretis dianggap paling mungkin dan paling tinggi tingkat kebenarannya. Namun secara teknis, hipotesis penelitian dicantumkan dalam Bab I (Bab Pendahuluan) agar hubungan antara masalah yang diteliti dan kemungkinan jawabannya menjadi lebih jelas. Atas dasar inilah, maka di dalam latar belakang masalah sudah harus ada paparan tentang kajian pustaka yang relevan dalam bentuknya yang ringkas.
Rumusan hipotesis hendaknya bersifat definitif atau direksional. Artinya, dalam rumusan hipotesis tidak hanya disebutkan adanya hubungan atau perbedaan antarvariabel, melainkan telah ditunjukan sifat hubungan atau keadaan perbedaan itu. Contoh: Ada hubungan positif antara tingkat kecerdasan siswa SMP dengan prestasi belajar mereka dalam matapelajaran Matematika.
Jika dirumuskan dalam bentuk perbedaan menjadi: Siswa SMP yang tingkat kecerdasannya tinggi memiliki prestasi belajar yang lebih tinggi dalam matapelajaran Matematika dibandingkan dengan yang tingkat kecerdasannya sedang. Rumusan hipotesis yang baik hendaknya: (a) menyatakan pertautan antara dua variabel atau lebih, (b) dituangkan dalam bentuk kalimat pertanyaan, (c) dirumuskan secara singkat, padat, dan jelas, serta (d) dapat diuji secara empiris.
5. Kegunaan Penelitian
Pada bagian ini ditunjukkan kegunaan atau pentingnya penelitian terutama bagi pengembangan ilmu atau pelaksanaan pembangunan dalam arti luas. Dengan kata lain, uraian dalam subbab kegunaan penelitian berisi alasan kelayakan atas masalah yang diteliti. Dari uraian dalam bagian ini diharapkan dapat disimpulkan bahwa penelitian terhadap masalah yang dipilih memang layak untuk dilakukan.
6. Asumsi Penelitian (jika diperlukan)
Asumsi penelitian adalah anggapan-anggapan dasar tentang suatu hal yang dijadikan pijakan berfikir dan bertindak dalam melaksanakan penelitian. Misalnya, peneliti mengajukan asumsi bahwa sikap seseorang dapat diukur dengan menggunakan skala sikap. Dalam hal ini ia tidak perlu membuktikan kebenaran hal yang diasumsikannya itu, tetapi dapat langsung memanfaatkan hasil pengukuran sikap yang diperolehnya. Asumsi dapat bersifat substantif atau metodologis. Asumsi substantif berhubungan dengan permasalahan penelitian, sedangkan asumsi metodologis berkenaan dengan metodologi penelitian.
7. Ruang Lingkup dan Keterbatasan Penelitian
Yang dikemukakan pada bagian ruang lingkup adalah variabel-variabel yang diteliti, populasi atau subjek penelitian, dan lokasi penelitian. Dalam bagian ini dapat juga dipaparkan penjabaran variabel menjadi subvariabel beserta indikator-indikatornya. Keterbatasan penelitian tidak harus ada dalam skripsi, tesis, dan disertasi. Namun, keterbatasan seringkali diperlukan agar pembaca dapat menyikapi temuan penelitian sesuai dengan kondisi yang ada. Keterbatasan penelitian menunjuk kepada suatu keadaan yang tidak bisa dihindari dalam penelitian. Keterbatasan yang sering dihadapi menyangkut dua hal. Pertama, keterbatasan ruang lingkup kajian yang terpaksa dilakukan karena alasan-alasan prosedural, teknik penelitian, ataupun karena faktor logistik. Kedua, keterbatasan penelitian berupa kendala yang bersumber dari adat, tradisi, etika dan kepercayaan yang tidak memungkinkan bagi peneliti untuk mencari data yang diinginkan.
8. Definisi Istilah atau Definisi Operasional
Definisi istilah atau definisi operasional diperlukan apabila diperkirakan akan timbul perbedaan pengertian atau kekurangjelasan makna seandainya penegasan istilah tidak diberikan. Istilah yang perlu diberi penegasan adalah istilah-istilah yang berhubungan dengan konsep-konsep pokok yang terdapat di dalam skripsi, tesis, atau disertasi. Kriteria bahwa suatu istilah mengandung konsep pokok adalah jika istilah tersebut terkait erat dengan masalah yang diteliti atau variabel penelitian. Definisi istilah disampaikan secara langsung, dalam arti tidak diuraikan asal-usulnya. Definisi istilah lebih dititikberatkan pada pengertian yang diberikan oleh peneliti.
Definisi istilah dapat berbentuk definisi operasional variabel yang akan diteliti. Definisi operasional adalah definisi yang didasarkan atas sifat-sifat hal yang didefinisikan yang dapat diamati. Secara tidak langsung definisi operasional itu akan menunjuk alat pengambil data yang cocok digunakan atau mengacu pada bagaimana mengukur suatui variabel. Contoh definisi operasional dari variabel “prestasi aritmatika” adalah kompetensi dalam bidang aritmatika yang meliputi menambah, mengurangi, mengalikan, membagi, dan menggunakan desimal. Penyusunan definisi operasional perlu dilakukan karena teramatinya konsep atau konstruk yang diselidiki akan memudahkan pengukurannya. Di samping itu, penyusunan definisi operasional memungkinkan orang lain melakukan hal yang serupa sehingga apa yang dilakukan oleh peneliti terbuka untuk diuji kembali oleh orang lain. (Lihat Glossary)
9. Metode Penelitian
Pokok-pokok bahasan yang terdapat dalam bab metode penelitian paling tidak mencakup aspek (1) rancangan penelitian, (2) populasi dan sampel, (3) instrumen penelitian, (4) pengumpulan data, dan (5) analisis data.
a. Rancangan Penelitian
Penjelasan mengenai rancangan atau desain penelitian yang digunakan perlu diberikan untuk setiap jenis penelitian, terutama penelitian eksperimental. Rancangan penelitian diartikan sebagai strategi mengatur latar penelitian agar peneliti memperoleh data yang valid sesuai dengan karakteristik variabel dan tujuan penelitian. Dalam penelitian eksperimental, rancangan penelitian yang dipilih adalah yang paling memungkinkkan peneliti untuk mengendalikan variabel-variabel lain yang diduga ikut berpengaruh terhadap variabel-variabel terikat. Pemilihan rancangan penelitian dalam penelitian eksperimental selalu mengacu pada hipotesis yang akan diuji. Pada penelitian noneksperimental, bahasan dalam subbab rancangan penelitian berisi penjelasan tentang jenis penelitian yang dilakukan ditinjau dari tujuan dan sifatnya; apakah penelitian eksploratoris, deskriptif, eksplanatoris, survai, atau penelitian historis, korelasional, dan komparasi kausal. Di samping itu, dalam bagian ini dijelaskan pula variabel-variabel yang dilibatkan dalam penelitian serta sifat hubungan antara variabel-variabel tersebut. (Lihat beberapa kesalahan dalam desain penelitiian)
b. Populasi dan Sampel
Istilah populasi dan sampel tepat digunakan jika penelitian yang dilakukan mengambil sampel sebagai subjek penelitian. Akan tetapi jika sasaran penelitiannya adalah seluruh anggota populasi, akan lebih cocok digunakan istilah subjek penelitian, terutama dalam penelitian eksperimental. Dalam survai, sumber data lazim disebut responden dan dalam penelitian kualitatif disebut informan atau subjek tergantung pada cara pengambilan datanya. Penjelasan yang akurat tentang karakteristik populasi penelitian perlu diberikan agar besarnya sampel dan cara pengambilannya dapat ditentukan secara tepat. Tujuannya adalah agar sampel yang dipilih benar-benar representatif, dalam arti dapat mencerminkan keadaan populasinya secara cermat. Kerepresentatifan sampel merupakan kriteria terpenting dalam pemilihan sampel dalam kaitannya dengan maksud menggeneralisasikan hasil-hasil penelitian sampel terhadap populasinya. Jika keadaan sampel semakin berbeda dengan kakarteristik populasinya, maka semakin besar kemungkinan kekeliruan dalam generalisasinya. Jadi, hal-hal yang dibahas dalam bagian Populasi dan Sampel adalah (a) identifikasi dan batasan-batasan tentang populasi atau subjek penelitian, (b) prosedur dan teknik pengambilan sampel, serta (c) besarnya sampel.
c. Instrumen penelitian
Pada bagian ini dikemukakan instrumen yang digunakan untuk mengukur variabel yang diteliti. Sesudah itu barulah dipaparkan prosedur pengembangan instrumen pengumpulan data atau pemilihan alat dan bahan yang digunakan dalam penelitian. Dengan cara ini akan terlihat apakah instrumen yang digunakan sesuai dengan variabel yang diukur, paling tidak ditinjau dari segi isinya. Sebuah instrumen yang baik juag harus memenuhi persyaratan reliabilitas. Dalam tesis, terutama disertasi, harus ada bagian yang menjelaskan proses validasi instrumen. Apabila instrumen yang digunakan tidak dibuat sendiri oleh peneliti, tetap ada kewajiban untuk melaporkan tingkat validitas dan reliabilitas instrumen yang digunakan. Hal lain yang perlu diungkapkan dalam instrumen penelitian adalah cara pemberian skor atau kode terhadap masing-masing butir pertanyaan/pernyataan. Untuk alat dan bahan harus disebutkan secara cermat spesifikasi teknis dari alat yang digunakan dan karakteristik bahan yang dipakai.
Dalam ilmu eksakta istilah instrumen penelitian kadangkala dipandang kurang tepat karena belum mencakup keseluruhan hal yang digunakan dalam penelitian. Oleh karena itu, subbab instrumen penelitian dapat diganti dengan Alat dan Bahan.
d. Pengumpulan Data
Bagian ini menguraikan (a) langkah-langkah yang ditempuh dab teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data, (b) kualifikasi dan jumlah petugas yang terlibat dalam proses pengumpulan data, serta (c) jadwal waktu pelaksanaan pengumpulan data. Jika peneliti menggunakan orang lain sebagai pelaksana pengumpulan data, perlu dijelaskan cara pemilihan serta upaya mempersiapkan mereka untuk menjalankan tugas. Proses mendapatkan ijin penelitian, menemui pejabat yang berwenang, dan hal lain yang sejenis tidak perlu dilaporkan, walaupun tidak dapat dilewatkan dalam proses pelaksanaan penelitian.
e. Analisis Data
Pada bagian ini diuraikan jenis analisis statistik yang digunakan. Dilihat dari metodenya, ada dua jenis statistik yang dapat dipilih, yaitu statistik deskriptif dan statistik inferensial. Dalam statistik inferensial terdapat statistik parametrikdan statistik nonparametrik. Pemilihan jenis analisis data sangat ditentukan oleh jenis data yang dikumpulkan dengan tetap berorientasi pada tujuan yang hendak dicapai atau hipotesis yang hendak diuji. Oleh karena itu, yang pokok untuk diperhatikan dalam analisis data adalah ketepatan teknik analisisnya, bukan kecanggihannya. Beberapa teknik analisis statistik parametrik memang lebih canggih dan karenanya mampu memberikan informasi yang lebih akurat jika dibandingkan dengan teknik analisis sejenis dalam statistik nonparametrik. Penerapan statistik parametrik secara tepat harus memenuhi beberapa persyaratan (asumsi), sedangkan penerapan statistik nonparametrik tidak menuntut persyaratan tertentu.
Di samping penjelasan tentang jenis atau teknik analisis data yang digunakan, perlu juga dijelaskan alasan pemilihannya. Apabila teknik analisis data yang dipilih sudah cukup dikenal, maka pembahasannya tidak perlu dilakukan secara panjang lebar. Sebaliknya, jika teknik analisis data yang digunakan tidak sering digunakan (kurang populer), maka uraian tentang analisis ini perlu diberikan secara lebih rinci. Apabila dalam analisis ini digunakan komputer perlu disebutkan programnya, misalnya SPSS for Windows.
10. Landasan
Teori Dalam kegiatan ilmiah, dugaan atau jawaban sementara terhadap suatu masalah haruslah menggunakan pengetahuan ilmiah (ilmu) sebagai dasar argumentasi dalam mengkaji persoalan. Hal ini dimaksudkan agar diperoleh jawaban yang dapat diandalkan. Sebelum mengajukan hipotesis peneliti wajib mengkaji teori-teori dan hasil-hasil penelitian yang relevan dengan masalah yang diteliti yang dipaparkan dalam Landasan Teori atau Kajian Pustaka. Untuk tesis dan disertasi, teori yang dikaji tidak hanya teori yang mendukung, tetapi juga teori yang bertentangan dengan kerangka berpikir peneliti. Kajian pustaka memuat dua hal pokok, yaitu deskripsi teoritis tentang objek (variabel) yang diteliti dan kesimpulan tentang kajian yang antara lain berupa argumentasi atas hipotesis yang telah diajukan Bab I.
Untuk dapat memberikan deskripsi teoritis terhadap variabel yang diteliti, maka diperlukan adanya kajian teori yang mendalam. Selanjutnya, argumentasi atas hipotesis yang diajukan menuntut peneliti untuk mengintegrasikan teori yang dipilih sebagai landasan penelitian dengan hasil kajian mengenai temuan penelitian yang relevan. Pembahasan terhadap hasil penelitian tidak dilakukan secara terpisah dalam satu subbab tersendiri. Bahan-bahan kajian pustaka dapat diangkat dari berbagai sumber seperti jurnal penelitian, disertasi, tesis, skripsi, laporan penelitian, buku teks, makalah, laporan seminar dan diskusi ilmiah, terbitan-terbitan resmi pemerintah dan lembaga-lembaga lain. Akan lebih baik jika kajian teoretis dan telaah terhadap temuan-temuan penelitian didasarkan pada sumber kepustakaan primer, yaitu bahan pustaka yang isinya bersumber pada temuan penelitian. Sumberkepustakaan sekunder dapat dipergunakan sebagai penunjang. Untuk disertasi, berdasarkan kajian pustaka dapatlah diidentifikasi posisi dan peranan penelitian yang sedang dilakukan dalam konteks permasalahan yang lebih luas serta sumbangan yang mungkin dapat diberikan kepada perkembangan ilmu pengetahuan terkait. Pada bagian akhir kajian pustaka dalam tesis dan disertasi perlu ada bagian tersendiri yang berisi penjelasan tentang pandangan atau kerangka berpikir yang digunakan peneliti berdasarkan teori-teori yang dikaji. Pemilihan bahan pustaka yang akan dikaji didasarkan pada dua kriteria, yakni (1) prinsip kemutakhiran (kecuali untuk penelitian historis) dan (2) prinsip relevansi. Prinsip kemutakhiran penting karena ilmu berkembang dengan cepat. Sebuah teori yang efektif pada suatu periode mungkin sudah ditinggalkan pada periode berikutnya. Dengan prinsip kemutakhiran, peneliti dapat berargumentasi berdasar teori-teori yang pada waktu itu dipandang paling representatif. Hal serupa berlaku juga terhadap telaah laporan-laporan penelitian. Prinsip relevansi diperlukan untuk menghasilkan kajian pustaka yang erat kaitannya dengan masalah yang diteliti.
11. Daftar Rujukan
Bahan pustaka yang dimasukkan dalam daftar rujukan harus sudah disebutkan dalam teks. Artinya, bahan pustaka yang hanya digunakan sebagai bahan bacaan tetapi tidak dirujuk dalam teks tidak dimasukkan dalam daftar rujukan. Sebaliknya, semua bahan pustaka yang disebutkan dalam skripsi, tesis, dan disertasi harus dicantumkan dalam daftar rujukan. Tatacara penulisan daftar rujukan. Unsur yang ditulis secara berurutan meliputi: 1. nama penulis ditulis dengan urutan: nama akhir, nama awal, nama tengah, tanpa gelar akademik, 2. tahun penerbitan 3. judul, termasuk subjudul 4. kota tempat penerbitan, dan 5. nama penerbit.